Posted in Artikel

‘bunuh diri namanya’


Ngak tau kenapa, sempet aja teringat masa lalu, saat dimana diri termotivasi bekerja di suatu bank konvensional ini, (BUMN) yang sampai saat ini masih bisa dikatakan memiliki catatan sebagai Bank tersehat, tapi wawlahuallam deh, mudah-mudahn nanti ada sumber/temen yang bisa jelaskan alasan predikat dari Bank itu.
Langsung ke awal cerita,.. Saat itu niat mencoba peruntungan dengan mengajukan lamaran hingga seleksi administrasi aku jalani meski nothing to lose sebenernya. Wal hasil tahap I seleksi administratif aku dinyatakan lulus, selanjutnya beranjak ke tahap II tes Psikotes yang di gelar di suatu Universitas Negeri di Jakarta, meski masih mengendap-ngendap mengenal ibukota akhirnya sampai juga di lokasi tes, dan totally deh, do the best ceritanya. Hasil psikotes di umumkan 1 pekan, cek hasil;aku pun lulus dengan kondisi peserta sudah mulai banyak yang tereliminasi. Lanjut ke tahap III, tes kesehatan digelar, langsung saja nih biar lebih ringkas cerita, aku pun lulus. Tahap IV berlanjut ke psikotes lisan & interview, konon inilah final test yang menentukan calon lulus atau tidaknya di Seleksi karyawan ini. Tapi apa yang terjadi, ini inti dari catatanku kali ini. Saat itu para interviewer adalah perwakilan pejabat tinggi/pimpinan cabang&unit (katanya sih,..tp ya cukup pantas klopun bener, style-nya mencirikan ko cukup necis & beriwabawa). Aku mendapat giliran ke-4 saat itu, cukup waktu untuk menenangkan diri dan mensiasati diri untuk tenang & rileks, langsung aj..giliranku tiba, pertanyaan awal dimulai seputar identitas diri, keluarga, job experiences, etc..smua ku jawab sesuai dengan CV dan pengalamanku,so far lancar sampai disini. Hingga menuju ke pertanyaan final, disini sepertinya terjadi deadlock, interviewer bertanya’ siapa sosok idolamu, saya katakan Nabi Muhammad SAW,..klo orang indonesianya? saya jawab:’ AaGym.., ..’kenapa anda mengidolakan dia?’..kembali saya jawab: dia cukup sukses terutama dalam hal berbisnis. Pertanyaan selanjutnya adalah ‘Apa visi 5 tahun anda kedepan?’..jawaban yang spontan keluar dari mulut saya saat itu adalah :’setelah 5 thn kedepan, saya ingin memiliki usaha sendiri, meskipun saya bekerja, saya yakin saya bisa menjalankannya.’
Apa yang terjadi, ternyata pertanyaan saya di kritik abis oleh mereka, mereka katakan anda tidak mungkin bisa, anda tidak boleh memiliki usaha di luar pekerjaan anda sebagai karyawan bank. Intinya tidak mungkin anda sanggup menjalaninya…Dan pada akhirnya terlepas karena kisah di interview tadi atau saya yakin Allah berkhendak lain, saya tidak lulus test. Namun jika saya renungi saya suka ketawa sendiri, ini namanya ‘bunuh diri’ orang orientasinya bekerja di perusahaan adalah menjadi pegawai ko malah ingin punya usaha..gak wajar banget khan,(kontradiktif abisss)..hehe.
Karena kisah masa lalu itu mungkin akhirnya, saat ini saya mulai meretas mimpi & keinginan itu,..Doakan semoga harapan itu terwujud meski harus memulai dari bawah yang penting adalah langkah pertama sudah saya ayunkan..
Semoga teman-teman yang sedang menjalani dan sudah sukses, sudi berbagi ilmu dan pengalamannya untuk maju bersama.

from me ;
unforgetable story in 2006

Penulis:

i'm ordiary, but i have big dream

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s